Rogojampi (12/04/2026) – Di usianya yang ke-3 tahun—ibarat bayi yang sedang lucu-lucunya—Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) menggelar Halal Bihalal sekaligus Milad ke-3 dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dari langkah kecil yang sederhana, KOPIWANGI terus tumbuh menjadi ruang pulang bagi para pegiat literasi untuk saling menyapa, berbagi, dan menguatkan. Momentum ini tak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap kata, ide, dan karya yang lahir adalah bagian dari upaya bersama menjaga nyala literasi di Banyuwangi.
Bertempat di LKP / TBM Elit Jalan Bolodewo 51G Kebalen Kidul, Desa Lemahbangdewo, Kecamatan Rogojampi, yang merupakan kediaman Drs. Ir. Jaenuri, NZ, M.Pd—anggota kehormatan KOPIWANGI—kegiatan Halal Bihalal & Milad ke-3 KOPIWANGI berlangsung dengan hangat. Beliau dengan tulus membuka ruang dan fasilitas demi terselenggaranya kegiatan ini. Meski di usia senja, Jaenuri NZ, penulis puisi basa Using, tetap menunjukkan semangat yang menyala dengan memberikan motivasi dan dorongan kepada anggota KOPIWANGI untuk terus menulis, merawat bahasa dan budaya lokal, serta menjadikan literasi sebagai jalan pengabdian yang tak lekang oleh waktu.
Tepat pukul 09.00 WIB, acara Halal Bihalal & Milad ke-3 KOPIWANGI resmi dimulai. Maria Ulfa selaku pembawa acara membuka kegiatan dengan sebuah pantun, yang menjadi ciri khas tersendiri dalam setiap kegiatan KOPIWANGI. Selanjutnya, seluruh hadirin diminta berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dengan penuh khidmat dan semangat, para peserta mengikuti lagu kebangsaan tersebut sebagai wujud rasa nasionalisme dan kebersamaan.
Mengalawali sambutan yang pertama disampaikan perwakilan pengurus KOPIWANGI – Nur Ahmadi, S.Pd, MM masih dalam bulan syawal mengucapakan permintaan maaf kepada semua sobat KOPIWANGI yang hadir. Berikutnya Nur Ahmadi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan sobat KOPIWANGI. Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk membesarkan komunitas.
“Terima kasih kami ucapkan kepada sobat KOPIWANGI yang hadir, ini merupakan komitmen bersama untuk membesarkan KOPIWANGI. Bagi sobat KOPIWANGI yang belum bisa hadir harapannya dalam kegiatan selanjutnya bisa hadir bersama untuk memeriahkan” jelas Nur Ahmadi.
Acara selanjutnya sebagai bentuk syukur atas 3 tahun perjalanan KOPIWANGI, pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh ustad Moh. Halili, M.HI. Sebelum memulai doa bersama, Halili mengajak semua hadirin untuk diam sejenak bersyukur atas semua pemberian dari Allah SWT, bisa hadir dan bertemu dengan orang-orang hebat di komunitas ini.
Setelah acara doa bersama milad ke-3 KOPIWANGI dilanjutkan dengan prosesi Halal Bihalal saling berjabat tangan satu dengan lainnya. MC memberikan arahan kepada hadirin untuk berkeliling sembari berjabat tangan diiringi dengan alunan musik religi membuat suasana semakin khidmat.
Sebelum ceremonial potong tumpeng berlangsung, momen sharing dan diskusi anggota KOPIWANGI menjadi ritual yang tidak bisa ditinggalkan. MC mempersilahkan kepada Andi Budi Setiawan selaku Ketua KOPIWANGI untuk memimpin acara sharing dan diskusi. Mengawali sesi sharing dan diskusi, Andi BS menyampaikan histori perjalanan KOPIWANGI sebelum sebesar ini.
Selanjutnya Andi BS menyampaikan profil KOPIWANGI dilihat dari visi, misi dan tujuan besarnya. Beberapa event kegiatan literasi yang sudah berjalan, karya-karya KOPIWANGI dan kemitraan yang sudah terjalin baik.
“Tak terasa dalam 3 tahun ini banyak pencapaian yang sudah diraih KOPIWANGI, mulai dari program literasi yang berdampak bagi sekolah maupun masyarakat (pegiat literasi), karya-karya dari sobat KOPIWANGI yang sudah diterbitkan diantaranya Lentera Di Pengujung Asa (2024), Pena Sang Surya (2024), Marhaban Ya Ramadan : Antologi Pantun, Puisi dan Quote Ramadan (ebook Dispusip Banyuwangi, 2025), Sajak Merah Putih : Antologi Puisi Pahlawan (ebook Dispusip Banyuwangi, 2025) dan Tandang Bareng Mbangun Banyuwangi - Antologi Pantun Basa Using (ebook Dispusip Banyuwangi, 2026). Ini merupakan bentuk nyata peran KOPIWANGI dalam menyalakan literasi di Banyuwangi” jelas Andi BS. 
Di tengah sesi sharing dan diskusi, hadir Ibu Lina Kamalin, M.Pd selaku penasihat KOPIWANGI sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi. Di tengah kesibukan yang luar biasa, bunda Lina Kamalin selalu menyempatkan hadir membersamai sobat KOPIWANGI. Dalam sambuannya bunda Lina menyampaikan beberapa pesan dan juga motivasi untuk sobat KOPIWANGI yang hadir.
“Saya sudah berkomitmen pada diri saya, setiap kegiatan Halal Bihalal dan Milad KOPIWANGI, saya akan selalu menyempatkan hadir untuk membersamai sobat KOPIWANGI,” ungkap Lina Kamalin selaku Penasihat KOPIWANGI.
Ia kemudian mengibaratkan kebersamaan dalam komunitas seperti konsep dalam ilmu fisika. “Garpu tala hanya akan beresonansi kuat ketika bertemu dengan frekuensi yang sama. Ia tidak memaksa, tidak mendominasi—ia hanya bergetar, lalu menemukan yang seirama,” jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan semangat yang dibangun di KOPIWANGI. “Komunitas ini tidak hadir untuk menyeragamkan, tetapi untuk mempertemukan. Setiap anggota datang dengan latar, pengalaman, dan ‘nada’ yang berbeda. Namun ketika ada satu semangat yang sama—cinta pada literasi—di situlah resonansi itu mulai terasa,” pungkasnya.
Hal tersebut memberikan energi positif sekaligus menguatkan nyala semangat literasi bagi sobat KOPIWANGI dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan dan penggerak literasi di Banyuwangi. Tidak berhenti di situ, Lina Kamalin juga mendorong anggota KOPIWANGI untuk terus meningkatkan kualitas karya.
Selain menulis puisi, pentigraf, dan esai, ia mengajak agar mulai mengembangkan tulisan ke ranah artikel dan opini yang mengangkat isu-isu aktual di masyarakat untuk dipublikasikan melalui media cetak maupun daring. Menurutnya, langkah ini menjadi peran penting komunitas literasi dalam memberikan kontribusi pemikiran sekaligus sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah daerah demi Banyuwangi yang lebih baik.
Sebelum acara berakhir, seremoni pemotongan tumpeng menjadi puncak dari kegiatan hari itu. Bunda Lina didaulat untuk memotong nasi tumpeng dan menyerahkannya kepada Ketua KOPIWANGI. Momen ini menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan tiga tahun KOPIWANGI, sekaligus peneguhan kebersamaan dan harapan agar semangat literasi terus tumbuh, menguat, dan memberi manfaat bagi sesama.
Setelah sesi pemotongan tumpeng selesai dilanjutkan dengan foto bersama. Diakhir MC menutup acara dengan pembagian hadiah bagi hadirin yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar dilanjutkan dengan ramah tamah.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, kehangatan yang terjalin hari itu seakan meninggalkan jejak yang sulit dilupakan. Bukan sekadar pertemuan, tetapi juga pengingat bahwa kebersamaan yang sederhana mampu melahirkan energi besar untuk terus bergerak.
Di usia yang ke-3 ini, KOPIWANGI tidak hanya merayakan perjalanan, tetapi juga meneguhkan langkah ke depan—bahwa literasi akan terus hidup selama ada hati yang peduli, tangan yang menulis, dan ruang yang saling menguatkan. Dari Rogojampi, semangat itu kembali dinyalakan, untuk terus tumbuh dan memberi makna bagi Banyuwangi.
