PUISI : TERUNTUKMU

Saat matamu... memandang

Kearah mata hatiku

Seberkas sinar memancar dalam dirimu

Seolah tiada daya

Tiada upaya

Tuk mengelak, dari pandangan wajahmu

Engkau telah meluruhkan hatiku

Engkau telah hancurkan dinding dalam diriku

Sungguh malang, duhai sayang

Sejak dahulu hati terbuang

Sekian lama aku mencari

Dari pemulung hingga ke gunung

Ke pasar-pasar, hingga kutersasar

Ke taman-taman hingga ke tengah hutan

Dari daksina hingga ke paksina

Tak kutemukan tatapan mata,

Seindah matamu

Tak kutemui senyum manis

Semanis senyumanmu

Patah hati ini, bukan terluka

Tapi bahagia karena cinta

Yang telah kutemukan dari dalam dirimu

Cinta suci yang tulus kau persembahkan untukku.

 

Algoritma Cinta - Biarkan Algoritma Selaras dengan Semesta 

 

Scroll to Top