Sosok yang sederhana nan anggun
Bagai sekuntum bunga mekar di alun – alun
Teguh pendirian namun tetap santun
Bagaikan mahligai indah pavilun
Dibalik jeruji pingitan itu
Srintil memulai membaca buku
Tiap halaman sampai ratusan buku
Tak terbatas ruang dan waktu
Kartini pejuang emansipasi
Bukit didaki lautan disebrangi
Berjuang untuk kesetaraan kembali
Yang telah lama terpendam tirani
Kartini besar jasamu untuk negeri
Untuk perempuan hebat sampai saat ini
Meski jaman silih berganti
Namun semangatmu tak terganti
