Contoh Puisi tema Persahabatan
Di Bangku yang Sama
Kita duduk di bangku yang sama,
menyimpan lelah dalam tawa sederhana.
Bel istirahat jadi saksi cerita,
tentang mimpi yang sering kita rahasiakan bersama.
Saat langkahmu ragu menatap hari,
aku berdiri meski tak selalu kuat.
Di lorong sunyi sekolah ini,
persahabatan mengajari kita arti bertahan.
Kelak waktu memisahkan jalan,
namun kenangan tak pernah benar-benar pulang.
Sebab sahabat bukan soal jarak,
melainkan hati yang saling menggenggam.
Analisis Unsur Puisi
A. Unsur Fisik Puisi
- Diksi (Pilihan Kata)
- Puisi ini menggunakan diksi sederhana dan dekat dengan kehidupan pelajar, seperti bangku, bel istirahat, lorong sekolah, dan mimpi. Pilihan kata tersebut memperkuat kedekatan tema persahabatan dengan pengalaman nyata siswa.
- Imaji (Citraan)
- Imaji Penglihatan: “Kita duduk di bangku yang sama”, “Di lorong sunyi sekolah ini” → pembaca seolah melihat suasana sekolah.
- Imaji Pendengaran: “Bel istirahat jadi saksi cerita” → menghadirkan bunyi bel sekolah.
- Imaji Taktil: “hati yang saling menggenggam” → menghadirkan kesan sentuhan emosional.
- Kata Konkret Kata konkret dalam puisi ini antara lain bangku, bel, lorong, sekolah, dan jarak yang membantu pembaca membayangkan situasi secara nyata.
- Bahasa Figuratif (Majas)
- Personifikasi: “Bel istirahat jadi saksi cerita” (bel digambarkan seolah dapat menjadi saksi).
- Metafora: “hati yang saling menggenggam” melambangkan ikatan persahabatan yang kuat.
- Tipografi Puisi ditulis dalam bait-bait teratur dengan baris pendek hingga sedang. Tipografi ini memudahkan pembaca menikmati alur makna secara perlahan dan reflektif.
- B. Unsur Batin Puisi
- Tema Tema utama puisi ini adalah persahabatan, khususnya persahabatan di masa sekolah yang penuh kebersamaan, dukungan, dan kenangan.
- Perasaan Perasaan yang dominan adalah hangat, setia, dan haru. Penyair menampilkan rasa saling menguatkan dan keikhlasan dalam hubungan persahabatan.
- Nada dan Suasana Nada puisi bersifat lembut dan reflektif. Suasana yang ditimbulkan adalah suasana nostalgia dan kehangatan yang mengajak pembaca mengenang sahabatnya.
- Amanat Amanat puisi ini adalah bahwa persahabatan sejati tidak diukur dari kedekatan fisik atau waktu bersama, melainkan dari ketulusan hati dan kesediaan untuk saling mendukung dalam keadaan apa pun.
- Tugas Menulis Puisi ketentuan sebagai berikut:
- a. Tema Puisi : Persahabatan
- b. Jenis Puisi : Puisi lama atau puisi baru
- c. Puisi hasil karya sendiri (bukan plagiat) dan tidak menyinggung SARA
- d. Diketik dan dikirim via WA atau diketik di word dan dikirim via WA
- e. Puisi terakhir dikumpulkan tanggal 31 Januari 2026 ke WA 081331076952
