CERPEN VS PENTIGRAF: APA BEDANYA? PENJELASAN SANTAI UNTUK SOBAT PANULUH
Kalau kamu sering menulis cerita di blog, komunitas, atau kelas menulis, pasti pernah dengar istilah cerpen dan pentigraf. Keduanya termasuk cerita pendek, tapi kalau ditanya “Apa bedanya?”, banyak juga yang bingung.

Tenang! Artikel ini bakal menjelaskan perbedaan cerpen dan pentigraf dengan santai, lengkap dengan ilustrasi penulisan supaya kamu langsung paham.


  1. Cerpen: Cerita Pendek yang Bisa Menyentuh
Ceritakan pengalaman — suka atau duka — dalam bentuk fiksi singkat, tulis saja sebagai cerpen. Cerpen (cerita pendek) adalah karya prosa yang menceritakan satu peristiwa atau konflik utama dengan tokoh, latar, dan alur yang utuh. Meski pendek, cerpen punya ruang untuk mengeksplorasi karakter dan suasana lebih luas dibanding bentuk cerita lain yang lebih ringkas.

Contoh ilustrasi penulisan cerpen:

Kamu ingin menceritakan tentang seorang pelukis yang kehilangan inspirasi setelah pindah ke kota baru. Dalam cerpen, kamu bisa memperkenalkan kota, tokohnya, proses kehilangan inspirasi itu, hingga bagaimana ia menemukan kembali semangatnya.

Karena ruangnya lebih luas, cerpen bisa mencapai beberapa ratus kata bahkan lebih tergantung kebutuhan cerita

  1. Pentigraf: Cerita Super Singkat, Padat, dan Tepat Sasaran
Sekarang bayangkan kamu harus menulis cerita yang sempurna, namun hanya dibatasi pada tiga paragraf saja. Itu namanya pentigraf!

Nama pentigraf berasal dari praktik cerita tiga paragraf yang masing-masing punya fungsi:

Paragraf pertama — pembuka Mengenalkan tokoh, suasana, atau situasi awal.

Paragraf kedua — konflik Sesuatu terjadi! Emosi atau masalah mulai naik.

Paragraf ketiga — penyelesaian / twist Akhir cerita yang bisa mengejutkan, menyentuh, atau reflektif.

Contoh ilustrasi ide pentigraf:

Satu momen: kunci hilang tepat ketika pintu akan tertutup. Kamu bisa langsung menulis tiga paragraf yang menggambarkan situasi awal, kegelisahan tokoh, lalu penyelesaian yang tak terduga.

Intinya, pentigraf bukan sekadar tiga paragraf acak — tapi tiga paragraf yang penuh makna dan utuh sebagai sebuah cerita.

  1. Tabel Perbandingan Cepat
Kalau kamu tipe yang suka lihat perbandingan langsung, ini versi sederhana:

Aspek Cerpen Pentigraf
Jumlah paragraf Fleksibel 3 paragraf
Panjang cerita Bisa panjang Sangat pendek
Ruang eksplorasi Lebih luas Sangat terbatas
Fokus narasi Fleksibel Fokus pada momen
Tantangan utama Mengembangkan cerita Memadukan konflik + akhir dalam tiga paragraf
  1. Ilustrasi Penulisan yang Bikin Paham
Ilustrasi Cerpen:

Kamu punya ruang untuk membuka suasana, memperkenalkan beberapa tokoh, dan mengembangkan konflik secara bertahap. Misalnya:

  • Paragraf 1–2: Situasi awal dan karakter
  • Paragraf tengah: Konflik berkembang
  • Paragraf akhir: Penyelesaian dan refleksi
Ilustrasi Pentigraf:

Kamu hanya punya tiga paragraf — jadi fokus pada satu momen penting saja. Tidak perlu menjelaskan latar panjang lebar; langsung ke inti cerita.

  1. Kenapa Pentigraf Penting untuk Penulis Kreatif?
Kalau cerpen mengajarkan kamu menata cerita seimbang, pentigraf mengajarkan kamu memilih kata dengan tajam.

Kenapa itu penting?

  • Karena pentigraf hanya punya sedikit ruang, setiap kata harus bermakna.
  • Konflik harus jelas.
  • Akhir cerita harus terasa — meskipun singkat.

Sering latihan pentigraf akan membantu kamu:

✔️ Mengasah diksi

✔️ Menyusun kalimat efektif

✔️ Memahami struktur naratif padat

  1. Simpulannya
Cerpen adalah cerita pendek tradisional dengan banyak ruang narasi dan detail. Pentigraf adalah cerpen super ringkas yang hanya tiga paragraf tetapi tetap punya awal, konflik, dan akhir. Keduanya punya nilai dan tantangan masing-masing. Kalau kamu ingin memperkuat kemampuan menulis yang padat, tajam, dan efektif, latihan pentigraf sangat bermanfaat — apalagi untuk komunitas penulis seperti kita.  

Sumber Referensi:

Kompas – Pengertian dan Ciri Cerpen “Apa yang Dimaksud dengan Cerpen?” https://www.kompas.com/skola/read/2024/09/24/090000969/apa-yang-dimaksud-dengan-pengertian-cerpen

Scroll to Top