Peran Andi Budi Setiawan sebagai Juri Festival Literasi Using

Persiapan Festival Literasi Using SMP 2025 resmi dimulai melalui rapat teknis daring yang digelar Rabu (8/10/2025). Di antara jajaran juri yang terlibat dalam agenda tahunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi tersebut, hadir nama Andi Budi Setiawan, S.Pd, sosok yang dikenal konsisten merawat literasi melalui puisi, kata, dan gerakan budaya.

Festival Literasi Using sendiri merupakan agenda rutin Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang didukung oleh MGMP Bahasa Using SMP, PKG SD, serta Balai Bahasa Jawa Timur, sebagai upaya menjaga bahasa Using tetap hidup di kalangan pelajar.

Bagi Andi, keterlibatannya sebagai juri bukan sekadar tugas menilai, melainkan bagian dari panggilan panjangnya di dunia literasi. Ia dikenal sebagai penulis puisi yang lahir dari intuisi dan dialog batin dengan semesta, serta aktif menulis quote, esai, dan opini yang tersebar di berbagai media literasi.

Ada tujuh kategori yang dilombakan, diantaranya Nulis Aksara (Menulis Kalimat Using), Nulis Cerpen, Moco Geguritan (Baca Puisi), Nembang (Menyanyi), Ngewer (Stand-up Comedy Using), dan Ndongeng (Bercerita) serta pidato.

Selain sebagai juri, Andi juga kerap hadir sebagai narasumber bidang pendidikan dan literasi, dari forum lokal hingga nasional. Di balik layar penerbitan, ia menjalankan peran sebagai editor di Penerbit Lintang Banyuwangi, mendampingi banyak penulis pemula agar berani merawat kata dan menerbitkan karya.

Prestasinya di dunia sastra turut menguatkan jejak tersebut. Ia pernah meraih Juara 2 Nasional Lomba Cipta Puisi, Juara 2 Nasional Lomba Pantun, serta Juara Harapan 2 Lomba Cipta Puisi, pencapaian yang lahir dari proses panjang dan konsistensi dalam berkarya.

Dalam forum rapat teknis Festival Literasi Using, Andi menegaskan pentingnya menjadikan karya siswa sebagai bagian dari proses, bukan sekadar hasil lomba.

Menurutnya, bahasa Using perlu dirawat dengan pendekatan yang membumi dan menyenangkan agar generasi muda tidak merasa asing dengan identitas budayanya sendiri. “Festival seperti ini bukan hanya soal tampil dan menang, tetapi soal keberanian menggunakan bahasa sendiri, merayakan akar budaya, dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam diskusi bersama panitia dan guru pendamping.

Festival Literasi Using 2025 yang digelar pada 1 November 2025 di SDN Model Banyuwangi diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara pelajar dan bahasa ibu mereka.

Melalui peran juri seperti Andi Budi Setiawan, festival ini tidak hanya menjaga standar kualitas lomba, tetapi juga menghadirkan teladan bahwa literasi adalah jalan panjang yang tumbuh dari kesadaran, ketekunan, dan cinta pada budaya.

Di tengah arus zaman yang serba digital, kehadiran sosok-sosok penggerak seperti Andi menjadi pengingat bahwa bahasa daerah bukan untuk ditinggalkan, melainkan dirawat—agar tetap hidup, digunakan, dan diwariskan.

Bagi yang ingin menyelami lebih jauh pemikiran, puisi, dan gerakan literasi yang dirawat dengan kesadaran dan cinta pada budaya, ikuti jejak kata Andi Budi Setiawan di Instagram @pena.panuluh dan jelajahi tulisannya di www.penapanuluh.com

 

Scroll to Top